Palembang — Badan Dapur Nasional (BDN) Provinsi Sumatera Selatan akan mengawasi sekaligus menyuplai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengelolaan pertanian hortikultura. Lembaga ini menyiapkan lahan sekitar 50 hektare untuk memastikan pasokan pangan yang aman dan bergizi bagi satuan pelayanan MBG di daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua BDN Sumatera Selatan Rahidin H. Anang usai rapat kordinasi dengan pengurus BDN di tingkat kabupaten dan kota.
Ia mengatakan BDN berperan memback up, menyuplai, serta mengawasi kegiatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.
“BDN daerah akan menjadi penopang utama agar pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan,” kata Rahidin dalam rapat koordinasi pengurus BDN se-Sumatera Selatan, Minggu (4/12/ 2026).
BDN berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional dan Kementerian Pertanian. Selain fungsi pengawasan, BDN terlibat langsung dalam penyediaan bahan pangan dari hasil produksi hortikultura yang dikelola melalui struktur BDN.
Rahidin menyebutkan, hasil panen dari lahan hortikultura tersebut akan disalurkan langsung ke SPPG-MBG di berbagai wilayah Sumatera Selatan. Skema ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada produk di luar program BDN.
Menurut dia, pengelolaan pasokan terpusat diharapkan dapat mencegah kasus keracunan makanan dalam program MBG serta menekan potensi kerugian keuangan negara.
Lebih jauh, BDN juga diarahkan untuk menjamin ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional, memperkuat peran petani, menjaga stabilitas harga, serta memastikan distribusi pangan yang efisien.
BDN menargetkan peningkatan kualitas konsumsi masyarakat melalui pola pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemenuhan gizi nasional.
![]()
