PALI — Kabar menggembirakan datang dari sektor energi. Produksi minyak di Blok ABAB terus menunjukkan tren positif. Tiga sumur andalan ABB-140 (2023) dengan 729 BOPD, ABB-143 (2025) sebesar 458 BOPD, dan ABB-145 (2026) mencapai 505 BOPD menjadi bukti potensi besar yang dimiliki wilayah ini.
Angka ini menegaskan posisi Kabupaten PALI sebagai bagian dari penguatan produksi energi nasional.
Namun di balik capaian itu, muncul persoalan yang tak kalah serius. Isu rekrutmen tenaga kerja mulai jadi perbincangan hangat. Dugaan adanya praktik “orang dalam” atau ordal dalam proses penerimaan pekerja outsourcing mencuat ke publik.
Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat. Warga lokal merasa peluang kerja tidak sepenuhnya terbuka, meski memiliki kemampuan yang cukup.
“Rekrutmen outsourcing ini diduga tidak sepenuhnya menjadi kewenangan vendor. Ada indikasi pihak internal ikut menentukan siapa yang diterima,” tegasnya.
Menurut Ubaidillah, secara aturan, proses seleksi tenaga kerja outsourcing seharusnya menjadi kewenangan vendor. Sementara pihak perusahaan hanya sebagai pengguna jasa.
Jika ada intervensi, hal itu dinilai bisa membuka ruang praktik titipan. Kondisi ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat lokal. Mereka yang seharusnya punya kesempatan justru bisa tersisih oleh faktor kedekatan, bukan kompetensi.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Kesempatan kerja harus adil dan terbuka untuk masyarakat lokal,” ujarnya.
Ketua DPD PAN PALI itu juga mendesak SKK Migas untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen di Adera Field.
H. Ubaidillah menegaskan komitmennya untuk membongkar dugaan praktik ini hingga ke akar.
“Dugaan permainan ini harus dibuka seterang-terangnya, sampai ke akarnya,” tegasnya.
Ketua DPD PAN PALI itu juga menyampaikan kepada awak media bahwa legislatif akan memanggil pihak Pertamina Adera Field dalam waktu dekat.
“Kami akan segera memanggil Pertamina Adera, apa yang telah disampaikan oleh masyarakat terkait penerimaan karyawan yang tidak transparan diduga ada titipan pembesar Pertamina Adera”, ungkapnya saat diwawancara usai sidang paripurna, Senin (30/3/26).
H. Ubaidillah juga menambahkan bahwa pihaknya juga akan mengklarifikasi yang ada kaitannya dengan hal tersebut berdasarkan data data yang telah dipegang legislatif.
![]()
