Festival Candi Bumi Ayu PALI 2025, Episentrum Budaya Lokal dan Ekonomi Kreatif

PALI – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, bersiap menjadi pusat perhatian publik dengan digelarnya Festival Candi Bumi Ayu 2025, ajang budaya spektakuler yang baka menjadi poros budaya dan ekonomi kreatif lokal.

Festival yang bakal di gelar pada 21 – 24 November 2025 mendatang akan dipusatkan di kompleks Cagar Budaya Nasional Candi Bumi Ayu, Kecamatan Tanah Abang, dan Stadion Gelora November Komplek Pertamina, Festival budaya itu biasanya diikuti 17 Kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Foto: Arca Tanpa Kepala (dok/Gedung Koleksi Candi Bumi Ayu)

Pemerintah Kabupaten PALI menyiapkan serangkaian kegiatan megah dan penuh warna, menghadirkan beragam agenda yang melibatkan partisipasi masyarakat luas, seperti penanaman pohon, lomba seni tari se-Sumsel, parade drumband, fashion show, mencanting batik, seminar wastra dan budaya, lomba band lokal, poundfit, hingga pesta kembang api yang akan menutup malam puncak dengan meriah.

Menambah semarak, sejumlah artis dijadwalkan tampil di panggung utama, di antaranya Ndar Boy, Batas Senja, Ghea Indrawari, dan Saynora Music, yang siap menggoyang ribuan penonton.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten PALI, melalui Kabid Kebudayaan, Siska Akhira, SH., menjelaskan, Festival Candi Bumi Ayu merupakan bagian dari visi, misi, dan program kerja Bupati Asgianto dan Wakil Bupati Iwan Tuaji.

“Ini adalah langkah konkret pemerintah daerah untuk menjadikan PALI sebagai pusat kegiatan budaya, sejarah, kegiatan akan melibatkan para pelajar, seniman lokal dan UMKM untuk mendorong kemajuan ekonomi kreatif,” ujarnya (2/11/25).

Siska menjelaskan, Selain menjadi ajang promosi budaya, kegiatan ini juga diharapkan membawa berkah ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Serepat Serasan.

Lebih jauh, pemerhati budaya lokal mengungkapkan bahwa adanya festival ini juga diharapakan memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor jasa dan usaha kecil, mulai dari rumah makan, penginapan atau hotel, hingga pedagang kaki lima dan penyedia jasa transportasi lokal. Aktivitas ekonomi masyarakat diprediksi akan meningkat selama penyelenggaraan berlangsung.

“Festival Candi Bumi Ayu bukan hanya panggung budaya, tetapi juga momentum perputaran ekonomi lokal. Kehadiran ribuan pengunjung tentu menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di PALI untuk tumbuh bersama,” katanya.

Kegiatan yang juga masuk dalam 25 Program Strategis Nasional di bidang pariwisata dan kebudayaan itu, juga akan mampu mendorong penguatan kolaborasi antardaerah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis sejarah dan kearifan lokal.

Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, provinsi, dan partisipasi aktif masyarakat, Festival Candi Bumi Ayu 2025 diyakini bakal menjadi magnet baru pariwisata Sumatera Selatan, sekaligus mempertegas posisi Candi Bumi Ayu pasca ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional yang terletak Kabupaten PALI sebagai situs budaya yang berakar kuat pada sejarah. (Bm/red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *