IPM PALI 70,55 Naik Tipis, Bupati Asgianto Siapkan Program Kejar Ketinggalan

PALI — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menunjukkan tren peningkatan, meski masih tergolong rendah.

Bupati PALI, Asgianto, mengungkapkan bahwa IPM daerah saat ini berada di angka 70,55 poin, naik 0,92 poin atau sekitar 1,32 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 69,63 poin pada pidato resminya saat sidang paripurna, Senin (30/3/26).

Menurut Asgianto, kenaikan tersebut patut diapresiasi, namun belum cukup signifikan untuk mendorong lompatan kualitas pembangunan manusia di PALI. Ia menegaskan, salah satu faktor utama yang masih menjadi penghambat adalah rendahnya rata-rata lama sekolah masyarakat.

“Masih banyak masyarakat kita yang belum menamatkan pendidikan formalnya. Ini menjadi salah satu penyebab utama lambatnya peningkatan IPM,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan ini tidak hanya terjadi pada usia produktif, tetapi juga pada kelompok lanjut usia yang sebagian besar belum menyelesaikan pendidikan dasar maupun menengah. Minimnya partisipasi kelompok ini dalam program pendidikan kesetaraan turut memengaruhi capaian IPM secara keseluruhan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten PALI melalui dinas pendidikan telah menyiapkan program pendidikan kesetaraan, yakni Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA).

Namun, tingkat partisipasi masyarakat terhadap program tersebut masih belum optimal.

“Banyak yang belum berminat mengikuti Paket B dan Paket C, terutama yang sudah berusia lanjut. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita,” katanya.

Untuk itu, Bupati Asgianto meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya pimpinan dan anggota DPRD PALI, agar turut aktif menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.

Ia berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan legislatif, kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dapat meningkat, sehingga berdampak langsung pada percepatan peningkatan IPM di Kabupaten PALI.

“Ketika turun ke dapil, mohon disampaikan kepada masyarakat yang belum memiliki ijazah atau belum menamatkan sekolahnya, bahwa pemerintah telah menyiapkan program ini. Ini penting untuk mendorong peningkatan IPM kita ke depan,” tandasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *