PALI — Gedung Kantor DPRD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tampak megah berdiri yang menelan anggaran APBD puluhan miliar ternyata tak sebanding kondisi di dalamnya.
Pantauan media, Senin (13/4/26) sejumlah fasilitas dasar dilaporkan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Beberapa toilet mengalami kerusakan, sementara kebocoran terlihat di berbagai titik bangunan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait perawatan rutin fasilitas publik yang merepresentasikan kantor para “Wakil Rakyat PALI” itu.
Tak hanya persoalan teknis, kenyamanan lingkungan kantor juga menjadi perhatian. Bau menyengat yang diduga berasal dari kotoran kucing tercium di sejumlah area, termasuk ruang tunggu utama. Situasi tersebut menimbulkan kesan kumuh dan tidak terawat pada gedung yang seharusnya menjadi wajah “Aspirasi Rakyat” itu.
Hal itu mendapatkan tanggapan kritis dari Aldi Taher, ia mengungkap kantor DPRD memiliki fungsi strategis sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, alih-alih mencerminkan wibawa lembaga legislatif dan pelayanan publik yang layak, kondisi di dalam gedung justru dinilai jauh dari kata representatif.
“Sangat disayangkan, kantor semegah itu tidak dirawat dan dijaga dengan baik. Dimana kepeduliannya? Ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayanan serta menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi,” ungkapnya.
Aldi menilai, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Selain menyangkut kenyamanan, juga berkaitan erat dengan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
“Diperlukan evaluasi terhadap pejabat di sekretariat dewan, hingga tanggung jawab pihak-pihak terkait,” pungkas Aldi
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi tersebut.
![]()
