Kinerja Pendapatan Daerah PALI Naik Tajam, Sektor Pajak Jadi Penyumbang Terbesar

PALI – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat capaian positif dalam sektor pendapatan daerah. Hingga 30 April 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten PALI tercatat meningkat 33,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut dinilai menjadi sinyal menguatnya kemandirian fiskal daerah melalui optimalisasi berbagai sumber pendapatan yang dilakukan pemerintah daerah.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PALI, total realisasi PAD hingga akhir April 2026 mencapai Rp25.417.816.490.

Dari jumlah tersebut, sektor pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi mencapai Rp11.600.077.402 atau naik 31,19 persen dibanding tahun sebelumnya.

 

Sementara itu, retribusi daerah terealisasi sebesar Rp914.046.936 atau meningkat 6,17 persen.

Kemudian, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercatat sebesar Rp1.743.489.874 atau melonjak hingga 100 persen.

Sedangkan kategori lain-lain PAD yang sah mencapai Rp11.160.202.278 atau meningkat 19,60 persen.

Peningkatan PAD tersebut disebut tidak lepas dari langkah Pemerintah Kabupaten PALI di bawah kepemimpinan Bupati PALI Asgianto yang terus mendorong penguatan tata kelola pendapatan daerah.

Sejumlah langkah strategis yang dilakukan di antaranya optimalisasi pelayanan publik, digitalisasi sistem pembayaran daerah, pengawasan potensi pendapatan, hingga penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati PALI Asgianto mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat yang memiliki kesadaran dalam mendukung pembangunan melalui kepatuhan membayar pajak dan retribusi.

“Peningkatan PAD ini bukan hanya angka semata, tetapi menjadi cerminan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Ini hasil kerja bersama mulai dari OPD, Bapenda, pelaku usaha hingga masyarakat yang taat pajak demi kemajuan Kabupaten PALI,” ujar Asgianto.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan pendapatan agar potensi daerah dapat dimaksimalkan dan berdampak langsung terhadap pembangunan.

Menurutnya, setiap pendapatan daerah harus mampu dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah yang masuk menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten PALI juga mengapresiasi kontribusi masyarakat dalam mendukung peningkatan PAD daerah.

Dengan tren peningkatan tersebut, Pemkab PALI optimistis pembangunan daerah dapat terus dipercepat menuju daerah yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *