PALI – Kasus pencurian handphone yang menimpa 8 orang peserta seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Kabupaten PALI hingga kini belum juga terungkap.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa dini hari (21/4/26), pada saat para korban sedang istirahat tidur di sebuah kos kosan di Talang Pipa Kecamatan Talang Ubi.
Korban salah satunya Grescia Namira, siswi SMA Negeri 1 Abab yang saat itu tengah mengikuti tahapan seleksi Paskibraka. Insiden terjadi di tengah proses seleksi, saat para peserta fokus menjalani kegiatan.
Laporan polisi sudah masuk ke Polres PALI pada hari kejadian. Namun, hingga hari ini belum ada perkembangan berarti terkait pengungkapan pelaku.
“HP itu sangat penting untuk belajar dan komunikasi. Sekarang saya harus berusaha lagi untuk beli yang baru,” ujar Grescia, Minggu (3/5/2026).
Kasus ini memunculkan sorotan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya peserta kegiatan resmi daerah. Pasalnya, kejadian terjadi saat momen penting yang seharusnya mendapat perhatian lebih.
Tak hanya kehilangan barang, Grescia juga harus menerima kenyataan gugur dalam seleksi sebagai calon Paskibra tahun ini. Dua peristiwa itu terjadi dalam waktu berdekatan.
Progres pengungkapan kasus belum ada kejelasan. Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan detail terkait progres serta identitas pelaku maupun dugaan motif pencurian.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya jaminan keamanan bagi pelajar, terutama saat mereka mengikuti kegiatan resmi yang membawa nama daerah. (Bm)
![]()
