PALI — Firdaus Hasbullah, SH, MH terpilih menakhodai Dewan Pimpinan Cabang Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (DPC KAHMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2026–2031.
Amanah tersebut diberikan dalam Musyawarah Daerah (Musda) KAHMI PALI yang bertajuk “Revitalisasi Peran KAHMI sebagai Mitra Strategis Pembangunan dalam Mewujudkan Masyarakat Adil, Makmur, dan Sejahtera.” digelar Hotel Srikandi PALI pada Minggu (5/7/2026).
Dalam pidatonya, Firdaus menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Menurut dia, amanah tersebut bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh anggota KAHMI dan kepada Allah SWT.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus periode sebelumnya yang telah membangun fondasi organisasi melalui berbagai program, dedikasi, dan pengabdian. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi kepengurusan selanjutnya untuk melanjutkan estafet perjuangan organisasi.
Salah satu fokus utama yang ia canangkan dalam lima tahun ke depan adalah mempersiapkan dan mencetak calon-calon pemimpin masa depan daerah yang tidak hanya populer, tetapi kaya akan gagasan strategis.
Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan pembangunan di Kabupaten PALI yang dinilai semakin kompleks. KAHMI, sebagai wadah berkumpulnya para intelektual rumpun hijau-hitam, merasa bertanggung jawab moral untuk menyuplai stok kepemimpinan yang visioner di Bumi Serepat Serasan.
Menurutnya, KAHMI memiliki sumber daya manusia yang besar karena beranggotakan alumni dari berbagai profesi, mulai dari akademisi, birokrat, pengusaha, politisi, profesional, tokoh masyarakat, aktivis sosial hingga generasi muda.
Potensi tersebut, kata dia, harus disinergikan menjadi kekuatan kolektif yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten PALI.
Firdaus menegaskan KAHMI harus hadir sebagai organisasi yang mampu melahirkan gagasan, solusi, dan rekomendasi konstruktif terhadap berbagai persoalan daerah.
Organisasi juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berkeadilan.
“KAHMI tidak boleh hanya dikenal ketika ada agenda organisasi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pemikiran, karya, dan aksi nyata,” ujarnya.
Dalam kepengurusan lima tahun ke depan, Firdaus menetapkan sejumlah prioritas lainnya, di antaranya memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kemitraan dengan berbagai pihak, serta mengembangkan program sosial, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh alumni HMI untuk mengakhiri seluruh perbedaan yang muncul selama proses Musda.
“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh siapa ketuanya, tetapi oleh seberapa kuat kebersamaan seluruh anggotanya. Tidak ada lagi kelompok A maupun kelompok B. Yang ada hanyalah KAHMI Kabupaten PALI,” kata Firdaus.
Firdaus Hasbullah mengungkapkan, kepemimpinan modern tidak bisa lagi hanya mengandalkan aspek elektabilitas semata, melainkan harus ditopang oleh kapasitas intelektual dan pemahaman yang utuh terhadap persoalan riil masyarakat.
”Kabupaten PALI ini adalah daerah yang kaya potensi, baik sumber daya alam maupun posisi geografisnya. Untuk mengelolanya, kita butuh regenerasi kepemimpinan yang punya blueprint jelas, tangguh, dan memiliki gagasan strategis untuk membawa daerah ini melompat maju,” ujar Firdaus di PALI, Minggu (5/7/2026).
Wakil Ketua DPRD PALI itu mengatakan bahwa KAHMI PALI di bawah komandonya akan mengintensifkan kembali ruang-ruang diskusi akademis dan forum kaderisasi alumni. Pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut, kajian kebijakan publik, hingga simposium regional akan dijadikan agenda rutin kelembagaan.
Ia menilai melalui forum-forum itu, para alumni muda dan kader potensial akan digembleng untuk membedah berbagai isu krusial di PALI, mulai dari penguatan tata kelola pemerintahan, hilirisasi komoditas lokal, hingga peningkatan mutu pendidikan dan pengentasan kemiskinan.
”Kami ingin menjadikan KAHMI PALI sebagai laboratorium kepemimpinan. Di sinilah gagasan-gagasan besar diuji, diperdebatkan, dan dimatangkan, sebelum nantinya para alumni menerjunkan diri ke sektor publik, baik di ranah eksekutif, legislatif, maupun profesional,” tambah Firdaus yang berlatar belakang magister hukum itu.
Menurutnya, seluruh alumni harus saling menguatkan dan mengabdikan ilmu, pengalaman, jaringan, serta pemikiran terbaik demi kemajuan Kabupaten PALI.
Menutup pidatonya, Firdaus berharap kepengurusan yang baru mampu menjaga marwah organisasi, mempererat ukhuwah antar sesama alumni, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bersama KAHMI, kita kuatkan persaudaraan. Bersama KAHMI, kita bangun peradaban. Bersama KAHMI, kita wujudkan Kabupaten PALI yang lebih maju, adil, makmur, dan sejahtera,” tutupnya.
![]()
