PALI — Dugaan praktik “orang dalam” (ordal) dalam rekrutmen tenaga kerja di lingkungan Pertamina Adera Field kian menguat. Ketua Ormas Pemuda Pancasila sekaligus Ketua DPRD PALI, H. Ubaidillah, menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan permainan dalam proses penerimaan pekerja outsourcing.
Sorotan ini mencuat setelah banyaknya keluhan dari masyarakat lokal yang merasa tidak mendapatkan kesempatan adil dalam proses rekrutmen, meskipun memiliki kompetensi yang memadai.
H. Ubaidillah, menyebut adanya indikasi kuat campur tangan pihak internal dalam menentukan kelulusan tenaga kerja.
“Rekrutmen outsourcing ini diduga tidak sepenuhnya menjadi kewenangan vendor. Ada indikasi pihak internal ikut menentukan siapa yang diterima,” tegasnya (27/3/26).
Menurutnya, kondisi ini membuka ruang praktik titipan tenaga kerja yang berpotensi mengabaikan prinsip profesionalitas dan meritokrasi.
Padahal, secara mekanisme, vendor sebagai penyedia jasa tenaga kerja seharusnya memiliki kewenangan penuh dalam proses seleksi, sementara pihak Pertamina Adera hanya sebagai pengguna (user).
Ubaidillah menilai, jika dugaan ini benar, maka masyarakat lokal yang memiliki kemampuan bisa tersingkir oleh praktik kedekatan atau “ordal”.
“Ini tidak boleh dibiarkan. Kesempatan kerja harus adil dan terbuka untuk masyarakat lokal,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan mendorong langkah konkret untuk mengungkap fakta sebenarnya di lapangan.
H. Ubaidillah juga mendesak SKK Migas untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proses rekrutmen di Adera Field.
Ia menegaskan komitmennya untuk membongkar dugaan praktik ini hingga ke akar.
“Dugaan permainan ini harus dibuka seterang-terangnya, sampai ke akarnya,” tegasnya.
![]()
