PALI – Proyek pembangunan pagar SD YPIP/Peris di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan, menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek senilai Rp199.668.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2026 itu dinilai belum menjawab kebutuhan utama sekolah yang disebut mengalami kerusakan pada bagian atap ruang belajar.
Pantauan di lokasi, Senin (22/6/2026), sejumlah bagian bangunan sekolah di Jalan Telaga Said No. 02, Talang Ubi Utara, Kecamatan Talang Ubi, terlihat mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Namun, di tengah kondisi itu, pemerintah justru mengalokasikan anggaran hampir Rp200 juta untuk pembangunan pagar sekolah.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut tercatat dengan Nomor Kontrak 425/009/SPK/PGR-SD.YPIP.TU/DISDIK/APBD/2026 tertanggal 7 Mei 2026.
Paket pekerjaan bernama Pembangunan Pagar SD YPIP/Peris itu dikerjakan CV Fathar Bimantara Persada dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender dan dibiayai melalui APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2026.
Pemerhati pembangunan Kabupaten PALI, Boni R, mempertanyakan dasar penetapan prioritas anggaran tersebut. Menurutnya, perbaikan sarana yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan siswa semestinya lebih diutamakan.
“Kalau memang atap sekolah mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan, mengapa yang didahulukan justru pagar? Yang paling utama seharusnya keselamatan dan kenyamanan siswa saat belajar, bukan sekadar mempercantik tampilan sekolah,” ujar Boni kepada wartawan.
Boni juga meminta Inspektorat, maupun instansi berwenang melakukan audit terhadap proyek tersebut, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
“Audit perlu dilakukan agar masyarakat mengetahui dasar penetapan prioritas pembangunan ini. Jangan sampai anggaran yang seharusnya menyentuh kebutuhan mendasar justru digunakan untuk kegiatan yang manfaatnya tidak lebih mendesak,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten PALI belum memberikan keterangan resmi.
![]()
