Anggaran Loundry Pakaian Pimpinan DPRD Muba Rp. 480 Juta, K-MAKI Angkat Suara

Palembang – Publik Sumatera Selatan kembali dibuat tercengang. Dugaan penggunaan anggaran fantastis muncul dari lingkungan DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP LKPP), tertera paket belanja jasa laundry pakaian pimpinan DPRD Muba dengan nilai pagu mencapai Rp480 juta dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Data tersebut tercantum melalui kode RUP 66505621, yang sontak memicu sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, di tengah gencarnya seruan penghematan anggaran dan efisiensi belanja daerah, justru muncul anggaran ratusan juta rupiah hanya untuk urusan cuci pakaian pimpinan dewan.

Deputi Komunitas Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (K-MAKI) Sumbagsel, Ir. Feri Kurniawan, angkat bicara keras.

Ia menilai kebijakan tersebut bukan hanya bentuk pemborosan, namun juga dianggap bertentangan dengan semangat efisiensi yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

“Saat Presiden meminta seluruh instansi menekan pengeluaran yang tidak penting, justru ada anggaran laundry pakaian pimpinan DPRD hingga Rp480 juta. Ini sangat melukai rasa keadilan rakyat,” tegas Feri, Rabu (29/04/2026).

Menurutnya, dana sebesar itu seharusnya dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat seperti perbaikan jalan, bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga peningkatan pelayanan publik.

Feri juga mempertanyakan urgensi pengeluaran tersebut. Ia menyebut, secara logika publik sulit menerima jika urusan mencuci pakaian pejabat harus dibebankan ke APBD dengan angka fantastis.

“Rakyat sedang diminta hemat, pemerintah bicara efisiensi, tapi muncul anggaran laundry ratusan juta. Ini ironi besar,” ujarnya tajam.

K-MAKI Sumbagsel pun menyatakan siap melaporkan temuan ini kepada pihak berwenang agar dilakukan penelusuran dan pemeriksaan secara transparan.

Sementara diketahui, kebijakan efisiensi anggaran telah ditegaskan melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja APBN dan APBD.

Karena itu, jika benar anggaran tersebut direalisasikan, maka berpotensi menjadi sorotan luas publik.

Saat dikonfirmasi media terkait anggaran tersebut, Mirwan Suswanto selaku Sekretaris DPRD Muba memilih bungkam dan belum memberikan penjelasan resmi.

Kini masyarakat menanti klarifikasi dari Sekretariat DPRD Muba. Benarkah Rp480 juta hanya untuk laundry pakaian pimpinan? Ataukah ada rincian lain di balik angka fantastis tersebut? Publik menunggu keterbukaan. (J/red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *