Firdaus Hasbullah: Saatnya PALI Naik Kelas Dengan Hilirisasi dan UMKM, Kurangi Ketergantungan Migas

PALI – Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, SH. MH. memaknai momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai momen refleksi sekaligus proyeksi arah pembangunan di “Bumi Serepat Serasan” ke depan.

“Momentum HUT PALI ke-13 ini harus jadi refleksi sekaligus proyeksi. Di usia 13 tahun, PALI sudah cukup dewasa untuk naik kelas,” ujar Firdaus Hasbullah (17/4/26).

Harapan pertama bagi Firdaus Hasbullah, SH. MH ekonomi yang tidak hanya bergantung migas, UMKM dan hilirisasi harus hidup.

“Ekonomi tidak hanya bergantung pada migas. UMKM dan hilirisasi harus hidup,” tegasnya.

Selain itu, Firdaus juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok desa bukan hanya di pusat kota.

“Tidak boleh lagi ada jalan kabupaten yang rusak parah. Jembatan, irigasi, dan akses antar kecamatan harus tuntas. Rakyat butuh bukti, bukan janji,” katanya.

Di sektor sumber daya manusia (SDM), ia mendorong agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lebih berpihak pada pendidikan dan kesehatan.

“APBD harus berpihak ke pendidikan dan kesehatan. Sekolah layak, stunting turun, anak-anak kita harus bisa bersaing,” ujarnya.

Lebih lanjut, Firdaus mengingatkan demografi Kabupaten PALI jadi bonus prestasi bukan bonus masalah.

“Lupakan perbedaan karna beda pilihan itu biasa, tapi pembangunan tidak boleh berhenti. Eksekutif, legislatif, kades, tokoh adat, kita semua satu tujuan: rakyat sejahtera.” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberadaan sektor migas harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. “Migas harus jadi berkah, bukan kutukan. Dana bagi hasil harus terasa sampai ke desa. Kita dorong BUMDes, UMKM, dan lapangan kerja lokal agar pengangguran turun,” tambahnya.

Firdaus juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan meninggalkan perbedaan politik demi kemajuan daerah.

“Lupakan perbedaan, karena beda pilihan itu biasa. Tapi pembangunan tidak boleh berhenti. Eksekutif, legislatif, kades, tokoh adat, kita semua satu tujuan: rakyat sejahtera,” tegasnya.

Ia memastikan pihaknya di legislatif akan mengawal penggunaan anggaran daerah agar tepat sasaran.

“Kami akan pastikan setiap rupiah APBD menjawab apa yang menjadi harapan masyarakat,” pungkasnya.

Diakhir pernyataannya, Firdaus mengucapkan Dirgahayu PALI ke-13 dengan harapan PALI makin maju, mandiri, dan masyarakatnya makmur. Dan ditutup sebuah pantun.

“Ke Talang Ubi beli pepaya, singgah sebentar di Pendopo, Selamat ulang tahun PALI tercinta, 13 tahun berdiri, makin jaya dan berwibawa,” pungkasnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *