PALI – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi momentum penting bagi penguatan ekonomi di berbagai sektor bagi wirausaha muda.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa angka pengangguran di PALI tergolong lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebuah capaian yang patut dijaga sekaligus ditingkatkan.
Dalam sambutannya, Herman Deru menyoroti komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel dalam membuka peluang seluas-luasnya bagi lahirnya “sultan muda” sebutan bagi generasi muda yang mandiri secara ekonomi melalui wirausaha.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 9.000 pelaku usaha dari delapan sektor telah tumbuh, bukan hanya dalam bentuk usaha konvensional, tetapi juga berbasis ide dan inovasi.
Sudah 9 ribu 8 jenis usaha, bukan hanya usaha. Yang ada ide usaha juga. Dia akan diberikan keterampilan, dia akan diberikan kemudahan akses usaha,” kata Herman Deru.
Ia juga mencontohkan keberhasilan anak muda Sumsel yang telah menembus pasar ekspor. Dari Lubuk Linggau, produk sabut kelapa berhasil dikirim ke luar negeri.
Bukan hanya itu, dari kawasan 30 Ilir Palembang, komoditas seperti arang sekam dan batok kelapa turut merambah pasar global. Fenomena ini, menurutnya, menjadi bukti bahwa potensi lokal dapat diolah menjadi komoditas bernilai tinggi.
“Dulu kelapa hanya dijual mentah. Sekarang harus kita beri tantangan agar punya nilai tambah. Dan saya yakin, anak-anak PALI kalau ditantang, akan menjadi sebuah lompatan,” tegasnya.
Untuk itu, ia mendorong adanya langkah konkret dalam mengkanalisasi potensi generasi muda di Kabupaten PALI melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Sinergi antar lembaga dinilai penting agar pembinaan berjalan terarah dan berkelanjutan.
Di akhir pernyataannya, Herman Deru mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menghapus stigma pengangguran di kalangan anak muda.
“Tidak ada lagi istilah nganggur. Yang ada adalah peluang, kemauan, dan keberanian untuk mencoba,” pungkasnya.
![]()
